Home » Wisata Sejarah Jogja » Mengunjungi Museum Benteng Vredeburg Jogja Yang Sarat Sejarah

Mengunjungi Museum Benteng Vredeburg Jogja Yang Sarat Sejarah

    Museum Benteng Vredeburg Jogja

    Museum Benteng Vredeburg Jogja adalah salah satu destinasi wisata terpopuler dari Yogyakarta. Sebagai salah satu saksi bisu era penjajahan kolonial Belanda, Benteng Vredeburg telah melalui perjalanan panjang sejak awal pendiriannya hingga saat ini menjadi salah satu tempat wisata sejarah di Jogja. Bagaimana sejarah pendirian dan proses perkembangan museum tersebut? Di mana lokasinya? Berapa harga tiket masuknya?

    Sejarah Singkat Museum Benteng Vredeburg Jogja

    Sejarah dari Museum Benteng Vredeburg terbilang unik. Sebab, pada awal pendiriannya di tahun 1765, tempat ini merupakan benteng pertahanan Belanda terhadap Keraton Yogyakarta. Hal itu tidak mengejutkan mengingat kesultanan memang pihak yang paling gigih dan konsisten melawah penjajahan. Benteng itu dikelilingi parit dengan empat menara pengawas di masing-masing sudutnya.

    Museum Benteng Vredeburg Jogja

    Instagram @indosolotraveller

     

    Arsitektur bangunan dan lokasinya yang strategis membuat benteng ini berperan besar pada pendudukan Belanda di daerah Yogyakarta. Terutama karena benteng mengarah langsung pada istana, sehingga gerak-gerik kesultanan terpantau cukup jelas. Setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga 1977, benteng beralih fungsi sebagai markas militer Republik Indonesia untuk regional Jogja dan sekitarnya.

    Peralihan Fungsi Menjadi Museum dan Fasilitasnya

    Pada 19 Agustus 1980, bangunan ini dialihkan kepemilikan pada pemerintah pusat dan difungsikan sebagai Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara (PIPBN). Selama kurang lebih lima tahun, gedung yang memiliki arsitektur khas Belanda itu menjalankan fungsinya dengan baik. Hingga, tanggal 16 April 1985, pemerintah mengeluarkan instruksi pemugaran bangunan.

    aporan kunjungan ke museum benteng vredeburg

    Instagram @indosolotraveller

    Setelah proses revitalisasi selesai, diubahlah fungsinya sebagai museum, namun baru pada 23 November 1992 dikeluarkan Keputusan Presiden yang menamainya sebagai Museum Benteng Vredeburg Jogja. Sejak itu, museum dibuka untuk umum dan secara konsisten mencatatkan kenaikan jumlah pengunjung. Dari segi koleksi terus diperlengkap dan fasilitas untuk wisatawan pun ditingkatkan.

    Item apa sajakah yang menjadi andalan Museum Vredeburg?

    1. Diorama Panglima Besar Sudirman

    Nama besar Panglima Sudirman yang diangkat sebagai Panglima Besar TNI pertama Indonesia tersohor hingga ke seluruh pelosok negeri. Peristiwa pelantikan yang bersejarah itu dipamerkan di Museum Vredeburg dalam bentuk diorama yang menggambarkan situasi kala itu. Selain itu, terdapat pula koleksi kendil milik Panglima Sudirman kala menetap di Yogyakarta.

    2. Minirama Kongres Organisasi Boedi Oetomo

    Sebagai salah satu organisasi pemuda yang mempelopori kemerdekaan, Boedi Oetomo merupakan bagian dari sejarah yang penting untuk diabadikan. Salah satu kongresnya digelar di Kweekschool Yogyakarta hingga membuat momentum tersebut diabadikan dalam bentuk minirama di museum benteng ini.

    3. Dokumen Soetomo

    Ketika masa awal kemerdekaan Indonesia, terjadi beberapa kali perubahan lokasi ibukota di mana Yogyakarta menjadi salah satunya. Di Museum Benteng Vredeburg Jogja tertera surat keputusan sekaligus daftar alamat kantor utama pemerintahan sementara yang terteda rinci dalam Dokumen Soetomo.

    Di atas merupakan item-item unggulan dari museum tersebut. Banyak lagi koleksi lainnya yang menceritakan tentang sejarah penjajahan era kolonialisme Belanda. Sedangkan untuk fasilitas penunjangnya antara lain :

    • Perpustakaan.
    • Kafetaria dengan suasana Yogyakarta tempo dulu.
    • Mushola.
    • Akses internet gratis (WiFi).
    • Toilet.
    • Ruang pertemuan dengan peralatan audio visual lengkap.

    Ruang publik tersebut terawat dengan baik sehingga wisatawan pun tidak perlu khawatir soal kebersihan dari aneka fasilitas yang tersedia.

    Lokasi dan Harga Tiket Masuk Museum Benteng Vredeburg Jogja Terbaru

    Posisinya tidak jauh dari Museum Keraton Jogja. Lokasi tepatnya berada di Jalan Jenderal A. Yani No. 06 Yogyakarta, atau di tengah-tengah alun-alun utara dan keraton. Sehingga dari segi letak bangunan memang sangat strategis. Untuk mengeksplorasi kamu cukup membayar tarif tiket masuk sebesar Rp3.000,- saja per orang. Oh ya, lokasinya juga tidaj jauh, hanya beberapa menit, dari Museum Sonobudoyo. Jadi kamu bisa sekalian kesana.

    Nah, kini kamu sudah tahu banyak hal tentang Museum Benteng Vrederburg Jogja. Untuk transportasi ke sana kamu tidak usah bingung. Lebih enak pakai motor saja. Kamu bisa menghubungi kontak Omah Rental Motor Jogja agar sepeda motor sewaan bisa diantar ke tempatmu menginap.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *