Belajar Sejarah Menyenangkan ala Museum Keraton Jogja

Keraton Yogyakarta merupakan saksi bisu sejarah panjang masa pendudukan kolonial hingga kemerdekaan yang masih berdiri kokoh. Sebagai bentuk dokumentasi sekaligus tempat edukasi tentang sejarah perjalanan itulah berdiri Museum Keraton Jogja. Kamu yang tertarik belajar mengenai masa kejayaan Kesultanan Yogyakarta berikut budayanya, bisa menjadikan museum tersebut salah satu tempat wisata Yogyakarta yang penuh edukasi.

Sejarah Singkat Keraton Yogyakarta dan Museumnya

Pembangunan Keraton Yogyakarta dilakukan sejak 7 Oktober 1756, di bawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sisi barat keraton telah disiapkan bangunan khusus untuk menyimpan barang-barang berharga milik keraton di mana menjadi cikal bakal Museum Keraton. Namun, baru pada era Sri Sultan Hamengku Buwono IX gedungnya difungsikan sebagai destinasi wisata.

 

Pada awal peralihan fungsinya dari bagian istana kesultanan menjadi ruang publik berupa museum, pro dan kontra ramai menyertainya. Sebagian berpikir bahwa keraton harus tetap eksklusif untuk keluarga dan abdi dalem keraton, sementara lainnya merasa keputusan tersebut sudah tepat. Menjadikan bangunan itu sebagai museum membuat publik menjadi lebih memahami kehidupan keraton.

Meskipun dukungan dan tentangan itu berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, pada akhirnya Museum Keraton Jogja tetap diresmikan. Antusiasme publik pun terbukti dari ramainya pengunjung pada jam operasionalnya. Mereka ingin lebih mengenal lingkungan keraton yang selama berabad-abad mengeksklusifkan diri. Hingga kini, museum tidak kalah dengan destinasi wisata modern.

Bagian-Bagian Museum Keraton Jogja

Perlu kamu ketahui bahwa Museum Keraton terdiri dari beberapa bilik berbeda. Pembagian itu disesuaikan dengan item yang dipamerkan di dalamnya. Adapun pembagian bilik-bilik museum itu adalah sebagai berikut :

1. Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Secara teknis, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan pendiri Museum Keraton. Sebab itu, dibuatkan bilik khusus di museum yang memajang item-item berharga milik Sang Sultan. Seperti aneka koleksi beliau semenjak kecil, salah satunya kamera di mana menunjang hobi fotografinya. Ada pula pakaian-pakaian kebesaran Sri Sultan serta piagam dan dokumen berharga.

Museum pusaka Keraton Jogja

Instagram @puteradaerah_id

2. Museum Kristal

Keluarga keraton merupakan penggemar item-item berbahan kristal bening. Sebab itu, di museum pun dipajang deretan koleksi kristal aneka bentuk milik keluarga kesultanan. Contohnya guci, peralatan makan, hingga meja rias.

3. Museum Batik

Sebagai salah satu seni asli Jawa, terutama Yogyakarta yang memiliki corak khas, di Museum Keraton Jogja juga terdapat bilik khusus batik. Di sini, terdapat aneka alat membatik, contoh-contoh hasil batik tenun tradisional, hingga sepeda sebagai transportasi pengangkut batik masa lalu. Item-item itu merupakan koleksi pribadi keraton dan perusahaan batik tradisional.

4. Museum Pameran dan Lukisan Foto

Bilik terakhir berisi foto-foto atau lukisan mengenai keluarga keraton dari masa ke masa. Mulai dari era Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga saat ini, semuanya memiliki porsi masing-masing. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan dan memahami kehidupan keraton secara lebih dekat.

Lokasi, Jam Operasional, dan Tiket Masuk Museum Keraton Jogja

Lokasi Museum Keraton Jogja lebih dekat dari Museum De Mata Jogja karena berada tepat di pusat kota. Dekat sekali dengan alun-alun utara Yogyakarta dan menyatu dengan keraton, tepatnya di istana kesultanan sebelah barat. Dari segi akses kendaraan pribadi ataupun umum sama-sama mudah. Operasionalnya buka setiap hari mulai pukul 08.00-13.30 WIB. Bagi wisatawan luar daerah yang datang ke Jogja, silakan manfaatkan jasa rental motor Jogja agar perjalanan lebih mudah.

Kamu tidak perlu khawatir merogoh kocek dalam jika mengunjungi Museum Keraton Jogja. Sebab, tarif tiket masuk yang dibebankan pada wisatawan hanya Rp5.000,- saja per orang. Tapi jika kamu ingin mendokumentasikan sudut-sudut museum, baik foto maupun video, harus membayar biaya tambahan Rp1.000,- per dokumentasi. Seru kan? Ayo segera berkunjung!